dimensi waktu berangsur kilat
acapkali mundur melesat
memaksamu bernostalgia
lagi-lagi dia
rasa itu meraung
sebersit lalu menjadi-jadi
lagi-lagi dia
harap pun menyeruak
merenggut hasrat
dan lagi-lagi dia
mencabik jiwa
bermuarakan nestapa
padahal ia sekedar singgah
lalu terampas oleh sang jalang
kau masih saja mendamba?
bebal!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar